Monday, February 20, 2017

Baby & Mama Life Update After Half A Year

Minggu lalu Josh udah icip-icip bubur beras, berarti Josh udah 6 bulan dan aku udah jadi mama selama setengah tahun!

And thanks to Almighty God, both mom and son are survived. HOREEE!


Friday, February 17, 2017

Eat in Bali: Dough Darlings and Jimbaran Seafood

Postingan terakhir tentang (makanan) Bali kemarin. Dan karena kependekan kalo dijadikan dua blog post, digabung jadi satu aja yah!

Plis abaikan judul yang amat sangat tidak kreatif dan tidak SEO friendly.

Wednesday, February 15, 2017

Eat in Bali: Brunch at The Fat Turtle Bali

Satu hal yang aku paling suka kalo lagi di Bali, bisa brunch cantik!

Sebenarnya hari itu (hari Selasa) kami pengen brunch di Dough Darlings, lokasinya di Petitenget, Seminyak. Tapi sampai di tempat, ada tulisan di depan pintu "closed every Tuesday". Padahal udah bolak-balik ngecek Instagramnya sejak beberapa hari lalu, nggak ngeh ada info tutup itu di profile akun mereka. Capek, deh!

Akhirnya aku bilang ke Andreas, ke The Fat Turtle aja, yoks. Kayaknya nggak jauh dari sini. Aku liat di maps, ternyata deket banget dari Dough Darlings, tinggal putar balik saja.

Note: Enaknya di Seminyak, banyak pilihan kafe dan restoran untuk breakfast or brunch, atau sekedar nongkrong cantik. Satu kafe tutup, pintu kafe yang lain terbuka. LOL

Aku cukup penasaran dengan The Fat Turtle sejak dua tahun yang lalu. Ada teman di Bali bilang ada menu jagoan red velvet pancake yang enak banget. Yang ngomong ini pecinta dessert, jadi aku percaya kalo dia bilang enak. Hanyasejak saat itu, aku belum pernah ke sini. Tanpa direncanakan, akhirnya mampir juga, deh, ke tempat ini. 

Konsep kafe ini lebih ke industrial, sofanya ngingetin aku dengan sofa yang sama di Anomali. Kayaknya serupa deh, ya? 

 Iced Latte. Terlalu milky buatku, harusnya pesen yang hot biar lebih terasa kopinya. 

Cold brew-nya enak, ada rasa citrusnya dan agak manis. Seperti biasa, cold brew di Bali hampir semuanya pake biji kopi Kintamani. 

 Lupa apa namanya. Pokoknya isinya sesuai yang dilihat di atas piring ini. Ada toast, mushrooms, bacon, dan favorit suami... poached eggs! Agak 'lecek' ya poached eggs-nya, tapi masih enak, kok. 

 Ini dia sang pemeran utama... the famous red velvet pancake! 
To be surprised, rasanya nggak terlalu manis, lho. Padahal ini ada karamelnya, cream cheese, sama yang cokelat di pinggiran itu kayak remahan cookies. Pokoknya ini enak banget. 

 Pecah telor juga si krucil ikut brunch bareng papa mamanya hihi 

Jangan tanya kenapa ini anak kalo foto sendiri selalu sadar kamera. 

The Fat Turtle ini termasuk kafe kecil, jadi sebisa mungkin jangan berombongan datengnya. Selain rusuh, takut ganggu pengunjung lain—yang di mana saat pergi di sana kebanyakan bule yang datengnya berdua atau sendirian—yang juga lagi asik menikmati waktu mereka. Aku sendiri yang bawa bayi, puji Tuhan anaknya termasuk anteng dan nggak heboh. Semoga sampai gede kamu masih betah diajak ngafe ya, Josh. Siapa tau kamu mau ajak mama brunch date berduaan gitu, kannn. Ihiy! 

Buat yang pengen ke sini, ati-ati nyasar atau kelewat, yah. Soalnya plang kafenya ciyik sekaliii, hampir nggak keliatan. Patokannya sebelum W Hotel Bali (cek peta gugel aja biar aman). Dan kalo bisa bawa motor ajah supaya gampang parkirnya. Setiap kali ke daerah Seminyak, aku prefer bawa motor daripada mobil. Ini karena bawa Josh aja dan hujan jadi bawa mobil. Buat yang bawa mobil, bisa parkir di luar kafe atau di dalam garasi kafe. 

Bakal balik lagi nggak? 

Iya! Pasti balik lagi. Soalnya banyak menu yang pengen aku coba selain pancake-nya. 

Soal harga, ya standar kafe-kafe di Bali, deh. Selamat mencoba, ya! 

The Fat Turtle 
Jl. Petitenget No. 886A, Seminyak, Kerobokan Kelod, Bali.
Open hours: 8 AM - 6 PM 
Call: 0813 3737 4766
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...