Friday, February 15, 2013

Six Elements of Heart


A challenging from Arriane following by her post here. Introducing you the six elements of our heart. We always have things to be grateful, excited, inspired, challenged , amazed and curious about.


 photo i-am-inspired-1_zpsf43262d9.gif


 I am...


GRATEFUL
for anything happens in my life. Awesome family (bonding time with my brother during this holiday), good friends (had so much quality talk with them, brainstorming also!) and inspiring boyfriend (yes, he is so inspiring! Somehow I don’t even understand about what he thinks, but I think it’s the way how he lives creative by his thoughts!). Thanks, Lord (:

EXCITED
about my very first “official” internship as a Chinese Language teacher, at Pekanbaru (out from the city) in two days! I have a morning flight on Sunday, so I will make sure I have a beauty sleep tomorrow night. Oh, my Guangzhou best friend, Sastika is gonna be my partner too in this internship. Wish us luck!

INSPIRED
by a young woman, whom apparently is the master franchise of Bonchon Chicken in Indonesia! Check out her story here. Michelle shows us what creative means and everyone has a chance to be creative!

CHALLENGED
to become more healthier. Eat properly, rest properly, DO MORE EXCERSISES! I woke up early this morning to go to sport club, and swimming with my brother and his girlfriend. I feel good today!

Also I’m challenged to learn how to dance “I Got Boy” by Girls’ Generation. I have one more month to learn, and I have a trainer! She’s my friend, also my neighbor, and she’s a dancer. We have to manage our time, since both of us are pretty busy. Once again, wish me luck!

Note for Arriane: Please, do this dance with your kpop dancing fellas! :D

AMAZED
how I can stay alive, peacefully, in this cruel society. If it’s not because by God’s grace, what is gonna be?

CURIOUS
When my final thesis is completed. The answer is only one: FOCUS. And… stay fit. I need a fit brain. Fit body. Fit mind. Fit laptop (I’ll make sure click the “save” button whenever I type my thesis and do files backup, before something bad happens…)

 Now, I'm challenging you back to blog about it. You can also use the image by Arriane but make sure credit properly (we don't steal, right?) Good luck!



Picture credit: Wanderrgirl (taken by Arriane, at the Creators Project concert/party (during Tiger JK and Yoon Mirae’s performance) in Platoon Kunsthalle, Seoul, September 2011. Canon 600D, 50mm f/1.8.

Monday, February 11, 2013

Sahabat Baru Penulis: Tablet PC

Sesuai judul, saya bakal membahas tentang tablet PC beserta subjek penggunannya, yaitu penulis. Karena saya penulis jadi saya mengambil dari sisi perkerjaan ini aja yah.

Siapa yang nggak tau tentang tablet PC? Itu loh, bentuknya ada yang tipis maupun agak tebal, besarnya paling sebesar buku pelajaran sekolah dulu. Menurut definisi Wikipedia, tablet PC ( komputer tablet, atau diringkas tablet) adalah suatu komputer portabel lengkap yang seluruhnya berupa layar sentuh datar. Ciri pembeda utamanya adalah penggunaan layar sebagai peranti masukan, dengan menggunakan stilus, pena digital atau ujung jari, alih-alih menggunakan papan ketik atau tetikus. Arti gampangnya, layar tablet itu menggunakan teknologi touch screen. Jadi bayangin aja, tablet itu seperti layar laptop kalian yang dicopotin, terus bisa dibawa kemana saja (bahkan sudah ada laptop seperti ini- yang LCD-nya bisa dicopotin dan berfungsi sebagai tablet, keluaran sebuah brand yang cukup terkenal dengan tagline-nya “how to live creative”). Saya kira yang pertama kali mengeluarkan tablet adalah Apple, ternyata Microsoft terlebih dahulu memperkenalkan dalam versi Windows XP di tahun 2000. Sepuluh tahun kemudian barulah Apple muncul dengan iPad, disusul oleh Samsung dengan Galaxy Tab di tahun 2011. Baru setelah itu muncul begitu banyak macam tablet dari brand lainnya.

Fungsi tablet sendiri sebenarnya sama saja dengan laptop, tapi kembali lagi dengan kebutuhan setiap orang. Saya menemukan banyak orang menggunakan tablet karena dianggap sebagai kebutuhan gaya hidup. Dulu saya berpikir, begitu muncul barang baru yang namanya laptop saja sudah sangat menolong kehidupan kita. Laptop kan juga bisa dibawa kemana pun sebagai pengganti PC yang ada di rumah kita. Tapi memang manusia nggak pernah puas dan mereka nggak pernah berhenti untuk menjadi kreatif. Laptop dianggap masih terlalu berat untuk menjadi portable PC, maka muncullah tablet yang saat ini bisa kita temuka di pasaran.  

Sebagai penulis, komputer adalah sahabat baru saya di era milenium. Saya ingat pertama kali saya menggunakan komputer untuk benar-benar menulis adalah saat SMP, lalu baru mempunyai laptop sendiri saat masuk kuliah. Begitu ada laptop sendiri rasanya senang luar biasa. Gimana tidak, laptop saya ini bisa saya bawa kemana pun saya ingin pergi mengerjakan tugas, menulis atau sekedar numpang wi-fi gratis. Begitu melihat beberapa orang mulai memakai tablet, saya sempat tergiur. Asik juga yah, bawa tablet hanya sebesar buku dan bisa dimasukkan ke dalam tas jalan (nggak perlu tas khusus yang besar seperti laptop). Tapi waktu itu saya masih senang dengan sensasi suara ketika keyboard dan masih senang juga menulis manual bersama pen dan buku jurnal. Jadi tablet belum perlu lah.

Lama-kelamaan, kok yang pakai tablet semakin banyak yah? Bukan hanya untuk bisnis, tablet bisa jadi bahan hiburan. Tinggal download aplikasi games kesukaan, dan bisa main sepuasnya. Terus dengan tablet juga, kita bisa mengunduh beberapa buku bacaan dalam format PDF (atau disebut dengan e-book), lalu dimasukkan ke dalam tablet. Dalam seketika, tablet juga berfungsi sebagai buku bacaan. Saya yang mempunyai hobi gimana nggak semakin tergiur untuk memiliki tablet, begitu banyak buku yang ingin saya baca, tinggal download saja dan dibawa dalam satu tablet. Tapi saya mempunyai alasan bagus lagi, saya juga masih senang dengan sensasi bau buku dan membalikkan tiap halaman buku yang saya baca. Jadi sekali lagi, tablet belum perlu lah.

Namun, selalu saja ada alasan untuk membuat saya tertarik kembali pada tablet. Saya menyadari dengan adanya tablet, benar-benar bisa membuat gaya hidup saya menjadi jauh lebih praktis, khususnya dalam hal menulis. Nggak bisa membohongi diri saya sendiri, dua alasan di atas adalah satu-satunya saya kepingin banget sebuah tablet. Maka dari itu kenapa saya katakan, tablet adalah sahabat baru bagi penulis. Melalui tablet, kita juga bisa dibantu untuk menjadi produktif, dan ini sangat menggoda saya. Sebut saja aplikasi seperti Evernote (saya pakai ini di Blackberry saya),  Any.do, dan yang ini saya baru mengetahuinya dari situs milik Arriane Serafico- Wanderrgirl, yaitu Unstuck. Selain aplikasi produktif, saya mendapati aplikasi mainstream seperti Instagram, lalu juga ada aplikasi untuk mendengarkan streaming radio, juga menjadi favorit saya.

Karena belum tau pasti akan bisa memiliki tablet atau tidak, nggak ada salahnya juga kan untuk mempunyai ‘calon’ tablet? :P Di bawah ini adalah dua tablet favorit saya. Yang satu keluaran Samsung dan satunya lagi Nexus (saya lebih suka Nexus sih, harga terjangkau dan Nexus bersahabat baik dengan Google. Ya, saya juga sahabatan sama Google!).



Baik Samsung Galaxy Tab maupun Nexus 7, masing-masing mempunyai spesifikasi yang berbeda, tapi buat saya pribadi, dua tablet ini mendekati kebutuhan pribadi. So, kalau teman-teman tertarik pada tablet, silakan hunting terlebih dahulu mana yang cocok buat kalian. Balik lagi, kebutuhan setiap orang berbeda. Tablet pun dirancang dengan spesifikasi yang beragam. Bagi orang bisnis, dia akan memilih tablet yang dapat mendukung kelancaran bisnisnya. Bagi para desainer, mungkin mereka akan memilih tablet yang dilengkapi denga pen digital untuk membantu mereka menggambar. Sekali lagi, saya nggak menuntut saya kudu punya tablet, saya cuman kepingin, walaupun kata orang gadget itu udah jadi kebutuhan primer. Bisa punya ya bersyukur, nggak punya ya tetap bersyukur (:

Mungkin teman-teman bisa share, kegunaan tablet buat kalian itu apa, sih? Ada yang sama seperti saya, menjadikan tablet sebagai sahabat baru penulis?

Friday, January 18, 2013

Blogger Review Contest: GoGirl! January 2013 - Pop Writing Issue

 photo IMG-20130118-01585_zps3e0ed1be.jpg


Saya selalu tertarik sama yang namanya tulis-menulis, jadi begitu tau GoGirl! bahas pop writing isu Januari ini, saya langsung semangat banget. Pop writing adalah salah satu isu yang cukup “hot” dari tahun lalu di dunia literatur modern. Sebelum baca GoGirl! edisi ini, saya udah kenalan dan ‘n yerap’ ilmu tentang pop writing dalam workshop tahun lalu (Februari 2012) yang diadain sama Terrant Books.

Sesuai judul post, yap... saya akan coba review GoGirl! edisi pop writing ini secara keseluruhan. Sebelumnya, mungkin kalian nanya, “pop writing” itu apa sih? Sayangnya GoGirl! missed untuk jelasin arti “pop writing”, yang dijelasin malah “creative writing”, bukan “pop writing”-nya, jadi saya nambahin aja di sini. (:

Sesuai namanya, pop writing adalah gaya menulis yang banyak dipengaruhi oleh budaya pop. Jenis pop writing banyak macamnya, seperti novel, novela, cerpen, bahkan socmed kayak Twitter juga termasuk pop writing, nulis blog (blogging) juga salah satunya. Pop Writing issue yang dibahas oleh GoGirl! ini dikemas secara menarik, ada sesuatu yang baru yang bisa saya‘curi’ untuk nambah pengetahuan, misalnya dalam rubrik “get some lose some – being a contributor.”  Saya belajar kelebihan dan kekurangan jadi seorang kontributor, karena saya tertarik banget untuk bisa jadi kontributor di sebuah media yang saya sukai. 


 photo IMG-20130118-01589_zps65257513.jpg

Untuk tips dan trik menulis, rata-rata tips umum yang sering saya dapet, sih. Yang bikin saya tertarik, GoGirl! nggak cuman interview para penulis, tapi juga beberapa editor penerbit yang terkenal di Indonesia, ini bisa dilihat dalam rubrik “Publisher’s Insight”. Di sini kita bisa liat dari sudut pandang lain selain penulis. Lewat masukan dari penerbit, kita bisa tangkep satu hal: beda penerbit, beda ciri khas. Tiap penerbit punya syarat khusus buat para penulis untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan ciri khas penerbit tersebut. Misalnya penerbit A suka menerbitkan novel fiksi ber-genre roman, kalau kita mengirimkan karya kita yang ber-genre pembunuhan atau horor, yang nggak pernah diterbitkan oleh penerbit tersebut, jangan kecewa kalau karya kita ditolak. Yang lucu pas Kak Siska (editor fiksi Gramedia Pustaka Utama) bilang soal cara penulis membuka cerita dengan topik bangun kesiangan. “Semua orang pasti pernah bangun kesiangan, tapi nggak harus di halaman pertama. Masa sih nggak ada cara lain untuk membuka cerita?”, ujarnya sambil ketawa. Begitu baca bagian ini, saya langsung cek draft novel saya untuk mastiin nggak bikin pembuka yang klise seperti itu, haha. 


 photo IMG-20130118-01588_zps03608da9.jpg

 photo IMG-20130118-01591_zps4091cf21.jpg

Oya, ada satu quote yang cukup ngena, yaitu dari Alexander Thian (selebtwit, writer). Alexander bilang, “Jangan memikirkan apakah nanti tulisannya akan bagus atau jelek. Yang paling penting adalah terus menulis... lama-lama kemampuan kita akan lebih terasah.” Saya setuju banget sama statement ini, karena saya salah seorang yang terlalu mikirin kualitas tulisan. Karena terlalu dipikirin, akhirnya jarang ada tulisan yang beres (maksudnya bener-bener selesai, contoh: novel.). Pepatah lama juga bilang, “practice makes perfect,” para penulis juga harus sering latihan biar menghasilkan tulisan yang oke.

Overall, GoGirl! edisi pop writing ini nggak mengecewakan, aku cukup puas sama keseluruhan content, termasuk bagian fashion-nya. Aku mau kasih sepenggal kalimat yang disampein oleh Kak Anita Moran selaku editor in chief GoGirl!, pada bagian “editor’s letter” yang bagus banget sebagai penutup, which is “... menulis artikel dan menghasilkan buku itu bukan milik profesi penulis aja.” Don't you agree? I'm definitely... AGREE! Everybody can be a writer. Caranya, tinggal menulis, terus menulis dan jangan pernah bosan. 


 photo IMG-20130118-01590_zps7f496a03.jpg

Last not least, thank you so much, GoGirl!! Terus jadi majalah yang bisa menginspirasi generasi muda Indonesia, bahkan sampai luar negeri yah! Much loves from your reader

Wednesday, January 16, 2013

5 Fun Things To Do In Airport | just in case you're getting bored



 

Beberapa orang mungkin nggak suka ketika mereka harus melakukan penerbangan yang mengharuskan mereka transit di suatu tempat (baik dalam maupun luar negeri) dalam waktu di atas empat jam. Menurut pengalaman saya sendiri, ada five fun things to do biar nggak mati gaya di dalam airport (apalagi sendirian!).


1. Numpang baca di toko buku.

Di beberapa bandara internasional, such as Soekarno Hatta, Changi Airport or Hongkong Airport, ada mini book store like Periplus, Relay or PageOne.Toko buku tersebut menjual buku-buku impor yang sangat tempting untuk dibaca! Ada juga majalah-majalah entertainmet international seperti People, OK, dll (seru juga baca gosip artis luar :P). Selain menjual buku, mereka juga menjual beberapa souvenir khas negara mereka atau stationery lucu yang nggak kalah menggiurkan. Waktu yang dihabiskan di toko buku bisa sampai 30 menit bahkan satu jam, tergantung seberapa lama kalian bertahan.    


2. Nongkrong di coffee shop.

Ini udah jadi aktifitas favorit kebanyakan orang. Bisa minum kopi, makan cemilan dan free wifi untuk internetan. Waktu yang bisa dihabiskan kira-kira sampai dua jam lebih, tergantung masing-masing orang. Disarankan yang nggak begitu suka explore airport boleh pilih option kedua ini.


3. Perhatiin setiap orang di sekeliling kamu.

Sometimes, mereka bisa memberikan inspirasi. Baru beberapa hari lalu ketika saya sedang duduk menunggu waktu check-in, di sebelah saya ada seorang anak gadis bersama ibunya sedang duduk sambil mendengarkan lagu berdua. Mereka asyik ngobrol dan menurut saya mereka juga sedang memperhatikan orang-orang di sekitar mereka, lalu membahasnya dalam pembicaraan mereka. Saya bukan nguping kok, karena di sebelah saya aja jadinya ‘nggak sengaja’ terdengar :P 
Scene seperti ini memberikan saya inspirasi untuk menulis sebuah cerita tentang anak dan ibu yang sangat akrab layaknya sepasang sahabat.


4. Kalau kamu melakukan penerbangan malam, silakan enjoy pemandangan pesawat yang bergantian lepas landas melalui kaca jendela yang besar di boarding room. Trust me, it’s very beautiful!


5. Yang terakhir, BE NICE sama orang-orang yang sudah melayani kamu di dalam bandara. Misalnya kepada petugas check-in, petugas security yang udah membantu kamu nunjukkin jalan pas kamu ‘nyasar’ di dalam bandara, penjaga toko yang udah bantu kamu rekomendasiin buku, bahkan sama cleaning service di dalam toilet. Kalau kamu be nice sama mereka, mereka juga akan melakukan hal yang sama terhadap kamu.



Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan di dalam bandara, ini cuman lima hal versi saya yang bisa dibagikan. Menunggu berjam-jam emang nggak enak, saya juga termasuk orang yang nggak suka nunggu. Tapi kalau kita bisa membiarkan diri untuk enjoy setiap hal yang kita lakukan, percaya deh kita bakal gampang untuk bersyukur dan lebih dari itu, kita bakal ngerasa sukacita! 


Picture source: 1

Tuesday, January 1, 2013

Theme for 2013: Experiencing and Expanding | HAPPY NEW YEAR

happy new year 203
HAPPY NEW YEAR 2013!!


I'm so happy I did my post on the first day in 2013, well today is went quite fast, actually. I stayed at my room for whole day with my dear assignments. Sad? No. Because I spent my time to watch a Korean drama, I Miss You (high-recommended!), I don't know but I feel proud LOL 

So, how about your first day on 2013? Are you going to holiday? With family, friends, your loves and whoever is, I hope you have a great day and make sure you're gonna have a joyful year! Last night, I did my goal-setting in Excel format, which is here: 

annual review
Yes it's blank. The contents are private :P 


I've done my goal-setting before in my journal, I even wrote it before the end of 2012, in November I guessed. I'm sure I am a goal-setter-addict! I don't like make expectation in my life or something like "going with the flow", no I'm not. I love making goals, although it's REALLY hard but I'm so excited! As you can read my post title, yes my theme for 2013 are experiencing and expanding.

1. Experiencing
I should experience moreeee than last year. Experience in my future job, financial things, relationship, NETWORKING, etc etc. I decided to play this game, I want to make 2013 to be a DAZZLING *yeah I love this word* year in my life.

2. Expanding
I got this theme when God told me "you have to enlarge your territory", I was quite shock and I asked God back like "what? where are You going to send me to?" But God said, "I have a plan, you have to be My partner. Let's do teamwork, Jane." I swear I don't know what is God going to do but I trust Him. And oh, last December I got a hint for this theme, a really BIG hint and I still so surprised, haha


The goal setting I made was based on Arriane's "the young go-getter's guide to staying organized and motivated", you can check it because it's really useful! I'm not Excel person but I dare myself to set my all goals with this tool, and it's fun. I choose to take this goals seriously (I mean real serious one, which I will be a professional one!). I know there are gonna be moreeeee challenge in 2013, but I have full confident to go through this year. You know why?

"As the heavens are higher than the earth, so are my ways higher than your ways and my thoughts than your thoughts." -Isaiah 55:8-9

Yes, because I know my God is bigger than anything even my fears to catch all my dreams. I got this verse while doing my goal setting and I feel so happy. I thank God for everything in 2012, seriously... FULL OF SURPRISES. People say counts your blessings, yeah I'm trying to count but it's too much! Once again, thanks Lord God! (: 

How bout your goals for 2013, guys? Whatever are they, I hope you have bigger dreams for this year and let's we make it happens! Good luck and be blessed! 



New Year's picture above courtesy of Almara Shop, edited by myself.