Wednesday, July 29, 2015

Now Playing: PARTY - Girls' Generation (SNSD)


This song has became my summer (holiday) jam for whole month! The song lyrics describes perfectly how we feel (and crave some more!) about summer break, right? Let me know if you love this song as I do. Cheers!

PARTY - SNSD
English lyrics translation by Kpoplyrics

Hey girls
Do you know what time it is?
It must be party time
Here we go

It’s summer in here, turn the radio on
My favorite song is playing
Hey turn it up

This hot rhythm, drive where it takes you
Into the dazzling summer oh oh

Follow the wind that blows through the window
Right now Yeah Yeah Yeah Yeah Yeah
Singing Yeah Yeah Yeah Yeah Yeah

Make your voices louder and louder
Follow the sound of the waves and run here we go

We can’t stop stop stop
It’s Party time here
Keep it going, party time
It’s a party
We gon rock rock rock
Make it electric
Tonight
P A R T Y P A R T Y

Lemon soju, tequila for me, mojito for you
Let’s go to Jeju, California, Rome
Let’s go to a white pearly beach with great waves
Finito
P A R T Y P A R T Y

We love summer
Forget how you were busily running before
Hey turn it up

The blue sky is so perfect
Colored on top of the water oh oh
 
Before the bright summer is over
All together Yeah Yeah Yeah Yeah Yeah
Singing Yeah Yeah Yeah Yeah Yeah
 
My excited heart goes higher and higher
Hurry and raise your glasses, a shot here we go

We can’t stop stop stop
It’s Party time here
Keep it going, party time
It’s a party
We gon rock rock rock
Make it electric
Tonight P A R T Y P A R T Y

Lemon soju, tequila for me, mojito for you
Let’s go to Jeju, California, Rome
Let’s go to a white pearly beach with great waves
Finito
P A R T Y P A R T Y

The sunrise that will call us
Even if it comes, we can’t stop
The party time continues
Go on and on and on all night

We can’t stop stop stop
It’s Party time here
Keep it going, party time
It’s a party
We gon rock rock rock
Make it electric
Tonight
P A R T Y P A R T Y

Lemon soju, tequila for me, mojito for you
Let’s go to Jeju, California, Rome
Let’s go to a white pearly beach with great waves
Finito
P A R T Y P A R T Y
Party time

Saturday, July 25, 2015

Eat in Bali: Home Mate

We just finished our workout and decided to have some nice breakfast that day. Live in Bali for almost two years, I rarely visit some places that people has mentioned alot on Instagram, such as little cute cafes or restaurants. I live not so far from Seminyak area--where popular cafes or restaurants located and most people talk about it, so we decided to make a visit there. Thanks to my random-search on Instagram, I found this cute place called HOME MATE from fellow blogger, Rosalinda Tjioe.

It just a little tiny cafe as I expected. When you enter the place, it feels like you're entering someone's kitchen at home. I suddenly smell fresh fluffy baked pancakes and strong brewed coffee like what my dad always does every morning, homey. 

We ordered "breakfast for two" menu that they offer (Rp150,000, ex tax), it's pretty affordable since it just two of us. "Breakfast for two" serves three kinds of meals (toast, eggs, pancakes) and beverages (coffee/tea). Took us not much time to decide what meals we wanted. We both love eggs and toast, fluffy pancakes for sweet touch, and of course coffee for our energy drink. Speaking of coffee, their coffee is awesome! They use local beans and sell them too in package if you want to brew at home. Cool!

Just right beside the cafe, there's a kind studio or probably a store called Home Mate Store, where they sell most of handmade products, such as: beauty oil, lip balm, natural soap, cute leather pouch, etc. After finished your meal, you may take a look to their store, it must be nice to take some goodies home. Anyway, so sorry I didn't have chance to take some pictures in the store. Too busy with our breakfast.

Personal opinion, Home Mate is a best place for those who want to spend intimate times with beloved ones. Definitely a must visit if you have a chance. 

HOME MATE 
Jl. Petitenget No. 1A, Seminyak (not far from Livingstone Bakery & Cafe)
(click here for maps) 
Call: (0361) 4731615
Open hours: 7:30 am-10:30 pm 

Friday, July 24, 2015

Pantai Batu Bolong, Canggu

Nggak tau kenapa, holiday season tahun ini seru banget! Liat feed Instagram dan Path para teman juga seruuu. Rame-rame nge-post #summerholiday, #familytrip #beachtime, pokoknya everything about summer holiday. Walaupun aku nggak bener-bener liburan (soalnya tinggal di Bali tuh every day is holidayyyy *truestory*), tapi aku tetap kosongin satu-dua hari untuk full day jalan-jalan ke tempat yang belum aku pernah kunjungi.

Kali ini, aku dan Andreas pengen coba explore ke daerah Canggu. All I know about Canggu itu suasanannya tenang, adem, banyak kafe kecil yang lucu, dan hidden beach. Kami nggak sempat explore sampai gimana banget sih, soalnya waktu itu bawa mobil, jadi agak ribet kalau mau parkir, apalagi jalanan di Canggu lumayan kecil, kebanyakan jalan tembus lewat gang kecil.

After we had our nice breakfast at Home Mate, kami langsung capcus ke destinasi yang udah di-search Andreas yaitu, Pantai Batu Bolong. Liat gambar di Google, pantai ini cantikkk banget! Di tengah pantainya, ada karang bolong yang bikin view pantai ini jadi fantastik. Cari lokasi di Google Maps, berangkat! 

Perjalanan dari Petitenget ke daerah Canggu nggak jauh, 30 menit udah sampai di lokasi pantai. Begitu liat laut, aku langsung semangat mau foto si karang bolong itu, tapi saudara-saudara.... karang bolongnya nggak ada! Beneran nggak ada. Karena kebetulan kami berdua agak sipit, matahari juga agak terik, jadi kami coba membuka mata lebar-lebar. Well, karang bolong itu tetap nggak keliatan. Aku sampai nanya berkali-kali ke Andreas, "Mana bolongnya sih?", dia sendiri pun bingung, hahaha. 

Setelah ngecek di Tripadvisor sebelum nulis blog post ini, aku baru found out kalau "karang bolong" itu namanya Pura Batu Bolong, dan lokasinya ada di Lombok! Pantes aja ya, dicari-cari nggak ada tuh yang bolong di pantainya. Sampai nanya bli-bli SPBU pas perjalanan pulang keberadaan si "karang bolong" itu, he mentioned other beach's name, yang pada akhirnya kami berasumsi dia juga kurang tau, hahaha. Oya, "karang bolong" itu bukan karang, tapi pura yang berada di tengah pantai. Hampir sama kayak Tanah Lot, cuman ada bolongnya di bawah. Yang kami kunjungi di Canggu itu, namanya memang Pantai Batu Bolong.

Pantau Batu Bolong ini adalah salah satu spot terbaik buat para surfers, karena memang ombaknya guede banget. Pantes aja, pas perjalanan menuju ke pantai ini, banyak bule yang naik motor bawa papan surfing. Sepertinya akses untuk ke Pantai Batu Bolong ini nggak cuman satu. Soalnya akses yang dikasih tau Google Maps ini, menibakan kami di lokasi yang sama sekali nggak ada kendaraan parkir dan pengunjung. Kalau mau ke lokasi yang lebih ramai, kita bisa jalan kaki menelusuri pantai. Kita pun nggak bayar tiket masuk wilayah pantai, seperti tempat wisata umumnya. Karena ya mungkin itu tadi, akses jalan yang dikasih tau Om Gugel ini bukan akses umum. 


Moral of the story: kalau mau visit pantai yang ada di Bali, lebih baik cari informasinya sedetil mungkin. Soalnya yang aku tau, beberapa pantai di Bali, punya panggilan nama yang berbeda. Misalnya, Pantai Suluban lebih dikenal turis sebagai Blue Point. Awalnya aku pikir pantai itu harus diakses melalui hotel Blue Point, eh ternyata nggak. Pantai Suluban itu memang nama di kalangan penduduk lokal. Sama deh kejadiannya kayak si Pura Batu Bolong yang di Lombok itu, disangka sama dengan Pantai Batu Bolong yang ada di Canggu, hahaha. #lessonlearned

Friday, July 17, 2015

Bali Pulina Agro Tourism

Just arrived from our excited holiday plan and decided to post this as soon as possible! This morning we headed to Ubud, for visiting Luwak coffee plantation. Pertama kali tau tempat ini dari postingan blog-nya Sonia Eryka, she mentioned a place that we can see plantation of Luwak coffee and tasting different flavors of coffee, that sounds nice already! So here we go for our first experience in Bali Pulina Agro Tourism!

Jujur banget nih, salah satu alasan aku ke Pulina, is because this place is kinda popular on Instagram. Aku coba search pake hashtags #balipulina, #balipulinaagrowisata, dan hasilnya banyak banget foto kece di tkp tersebut! Aku pernah baca di majalah Cleo, mereka melakukan survei terhadap 100 responden wanita soal update liburan di medsos, ada 57% responden ingin mengunjungei tempat liburan yang sedang populer di media sosial. So, aku fixed korban medsos banget yaaa, hahaha.

Tadinya aku kira Pulina ini semacam agro wisata pada umumnya, masuk nggak bayar dan bisa coba langsung kopinya. Soalnya dulu pernah iseng masuk ke agro wisata luwak di daerah Bangli, ternyata luwaknya cuman seekor, dan nggak ada penjelasan apapun mengenai penanaman dan proses tentang biji kopi luwak ini. Pas sampai di Pulina, aku yakin banget ini pilihan agro wisata terbaik!

Pertama kita akan ditanya dulu sama petugas di sana, apakah kita mau langsung coffee tasting atau mau liat luwaknya dulu. Karena luwak si pemeran utama, of course we want to check them first

Si luwak ini ternyata sejenis sama musang, luwak itu nama lokalnya aja. Walaupun mereka ini terlihat sangat lucu dan gemesin, ternyata mereka galak. Luwak jantan dan luwak betina sengaja dipisah, karena luwak jantan bisa makan baby-nya sendiri ): jadi si ibu luwak dijadiin satu sama anak-anaknya, si papa dipisain di kandang yang lain.

Biji kopi yang dimakan luwak itu ternyata nggak bisa dicerna di perut mereka. Kotoran biji kopi yang dikeluarkan mereka pun, bentuknya masih kayak biji. Kata bli-nya, paling susah saat memisahkan kotoran biji kopi dengan... ehem, maaf lho buat yang lagi sambil makan... 'kotoran' luwaknya yang lain. Ya iya susah ya bli, agak geli gimanaaa gitu. Jadi inget adegan terakhir antara Carter dan Edward di film The Bucket List, pas Carter ngasih tau Edward, asal muasal kopi luwak kesukaannya itu. Now you know why Luwak coffee is so expensive, hahahaha.
 
Entah sengaja atau emang dari sananya begitu, beberapa kali aku liat si luwaknya ini pas lagi makan biji kopi, mukanya ngarah ke pengunjung dan tampangnya belagu, seolah-olah ngomong, "Nih gue makan biji kopi, gue yang ngeluarin, lo yang minum!" :P

Habis liat para luwak, kita dikasih liat biji kopi luwak (yes, 'kotoran'-nya itu) yang udah dibersihin dan lagi dijemur. Biji kopi luwak ini lumayan unik, kayak batu kerikil gitu, bijinya juga berlapis, jadi harus dikupas dulu kulit luarnya.

Biji kopi yang ini siap disangrai!

And now it's about time, my favorite part of this tour, coffee tasting! Di sini kita bakal dapetin satu set kopi dan teh (ada 8 macam) untuk dicoba berikut kudapannya. Setelah tasting, kita bisa order single cup dari jenis kopi atau teh yang udah dicoba tadi. Jumlah single cup yang bisa dipesan, sesuai dengan jumlah tiket yang sudah dibeli. Oh ya, sebelum masuk ke dalam wilayah agro wisata ini, kita diwajibkan untuk beli tiket. Harga tiket 100k/orang, udah termasuk satu set coffee tasting plus snacks. Ini sih harga lokal ya, soalnya pas mau masuk, ditanya sama petugasnya, mana supirnya, ada guide atau nggak. Karena aku emang penduduk lokal, dikasihnya harga segitu. Kurang paham kalau fee untuk turis ((:

From right-left: Pure Bali Coffee, Vanilla Coffee, Pure Cocoa, Chocolate Coffee, Ginseng Coffee, Ginger Coffee, Ginger Tea, Lemon Tea

Kopi Luwak emang nggak termasuk dalam set yang dikasih, tapi bisa kok order single cup-nya. Harus coba! Dibanding kopi macam single origin kayak Sidikalang (my dad's favorite), kopi Luwak ternyata nggak begitu strong. It tastes nice, by the way. Aku sendiri order chocolate coffee, rasanya enakkkk banget! Yang suka kopi moka, musti coba!

Bali Pulina nggak cuman kopi luwaknya aja yang menarik, tapi sensasi minum kopi dengan breathtaking view-nya ini, bikin harga tiketnya nggak jadi mahal-mahal amat, hahaha. Worth it!

Di bagian belakang tempat kita menikmati kopi, ada satu wilayah khusus buat foto-foto. Bener-bener keren banget deh. Fun fact-nya, aku tadinya nggak sadar lokasi foto-foto ini ada bentuknya. Ternyata stage ini bentuknya kayak biji kopi!

 
Rasanya puasss banget setelah ngunjungin tempat ini. Karena aku udah nunggu lama untuk bisa visit tempat ini, tapi belum ada momen yang tepat. Pas hari ini liburan, satu keluarga santai (minus my brother, Jeven. Harus banget dia jaga di RS tanggal merah gini, tugas mulia banget yah!) and Andreas is coming here, so why not, right? 

Mudah-mudahan selama Andreas di sini, aku bisa ngunjungin some places yang belum pernah aku kunjungi di Bali. Maklum, cuman bisa jalan-jalan kalau ada doi, hahaha. Anyway, selamat Hari Raya Idul Fitri buat teman-teman yang merayakan ya! Wish you all have a prosperous eid. Stay awesome!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...