Japan Travel Journal 03: Osaka


Setelah kemarin puas banget di Disneysea, hari ini kami mau berpetualang di kota lain. And as easy as you guys has guessed already, yes we're going to Osaka!   

Kami memutuskan untuk cukup satu hari aja di Osaka. Sayang banget yah cuman sehari di Osaka. Karena kami cuman punya waktu 9 hari di Jepang, dan kali ini ingin lebih lama di Tokyo. Kapan-kapan, kalau ada kesempatan lagi, mau direct flight Jakarta-Osaka. 

So here we're gonna take you with us to explore another beautiful place in Japan!

Perjalanan Tokyo ke Osaka ditempuh dalam waktu tiga jam, nggak lebih nggak kurang. Kereta di sini tepat waktu banget deh. Telat semenit, nggak akan ditunggu.We better hurry. And anyway, we finally had our first real bento experience. It was good, but too bad they served it cold. 

 Three hours later; refreshed and ready to go!


First destination, Osaka Castle. Karena malas naik kereta, kami memutuskan untuk jalan kaki aja. Menurut petugas keretanya, it takes 20 minutes by walk to Osaka castle. Off we go! 

Osaka Castle letaknya di sebuah taman umum yang cukup luas. Tamannya sendiri ramai dengan orang-orang tua, yang asik jogging, duduk menikmati pemandangan, sepedaan, bawa cucu jalan-jalan, dll. Tamannya luas dan cantik banget, ditambah pohon-pohonnya yang lagi menguning karena musim gugur.  

 Di luar gerbang castle, ada stand jajanan kayak soft ice cream, hot dog, takoyaki. Menahan diri untuk nggak jajan takoyaki, karena habis ini mau ke Dotonburi makan takoyaki di sana. Padahal udah lapar, hiks.

Hi, Hachi!

Karena langit menggelap, kami langsung buru-buru keluar dari taman, dan pergi ke Dotonburi. Dotonburi ini semacam shopping district, sama seperti Harajuku dan Shibuya. Kiri-kanan semua tempat belanja dan banyak tempat makan yang enak. Pernah liat LED besar logo Glico? Itu lho yang pelari cowok sambil angkat tangannya (Glico Man). Nah, itu ada di Dotonburi ini. Buat yang hobi belanja, surga deh. Tapi kalau buat yang hobi makan, kayak saya, surga juga dong pastinya. 

 Muka girang dengan hasil belanjaan di Hello Kitty Store. Siap-siap tahan napas (atau tahan belanja, jika diperlukan) ya, buat Kitty lovers

 Ini lho, si Glico Man yang aku maksud.


Karena perut udah minta makan terus sejak tadi, kami mampir ke salah satu warung okonomiyaki, dekat dengan sungai yang melintasi jembatan Dotonburi. Karena Osaka terkenal dengan kuliner okonomiyaki dan takoyaki, jadi kami berasumsi warung atau stall manapun pasti enak. Lagipula penampilan fisik warung yang kami kunjungi oke, tidak meragukan.

 I totally forgot what name of this YUMMY okonomiyaki. Something with praws, pork, and many things! We could feel everything melts perfectly in our mouth. 

 The famous takoyaki balls! 

Jadi gimana menikmati cita rasa asli takoyaki dan okonomiyaki asli dari daerahnya? ENAK BINGIT DONG. Surprisingly, okonomiyaki-nya lebih enak daripada takoyaki-nya. Bukan takoyaki nggak enak ya, enak juga. Cuman kayaknya lebih khas okonomiyaki-nya. Sambil makan, kami terus-terusan ngomong, "ini enak banget!". Hahahaha, norak ya. Gapapa deh, namanya pertama kali. 

Oh ya, maaf banget aku lupa foto penampakan warung ini, padahal enak banget makanannya. Buat yang mau pergi, warungnya di dekat sungai persis. Bentuknya kayak bangunan dari kayu, terus kita naik tangga untuk masuk ke dalam warungnya. 

Habis makan, kami menghabiskan waktu jalan-jalan di kawasan ini. Mau makan lagi, tapi udah nggak sanggup. Padahal banyak makanan enak lainnya, yang juga menjadi khas Osaka. Selain makanan, banyak yang jual oleh-oleh khas juga seperti, Pocky. Nah, buat yang suka Pocky, boleh nih. Pocky yang dijual berbagai rasa dan ada yang dikemas khusus menjadi oleh-oleh. Aku nggak beli apa-apa di sini, karena kami mau belanja di Tokyo aja. Biar nggak ngeberatin koper.


Last stop kami di Pablo Cheese Cake. Banyak yang bilang Pablo cheese cake ini enak, rasanya spesial, karena mereka punya raw cheese gitu. Temenku bilang musti coba. Yah, sebagai penggemar cheese cake, harus nyoba ya. Pas sampai di tokonya, ternyata yang ngantre cukup panjang, dan lucunya yang antre kebanyakan turis anak-anak muda dari Korea. Ngantrenya cukup lama sih, hampir setengah jam. Kita bisa take out or dine-in. Di atasnya ada kafe bisa nongkrong. Aku sih take out aja, karena biar nggak kemalaman. Setelah beli dan mencoba (keesokan harinya, di Kyoto pulak, hahaha), rasanya... biasa aja ): Memang enak sih, cuman nggak se-spesial yang selama ini dibayangkan, karena katanya kan enak banget tuh.


Menurutku jiwa bolang Andreas juara sih. Dia nekad ngajakin untuk jalan kaki dari Dotonburi balik ke hotel. It was a crazy thought. Soalnya ini semalaman udah capek banget jalan di kawasan Dotonburi, belum lagi tadi paginya sibuk geret koper, naik turun tangga. Cuman ya... I swear this was my first time to use this phrase... YOLO. Kapan lagi kan jalan kaki dengan suasana malam hari, di Osaka pula. Setidaknya nggak perlu ngeri melintasi abang-abang yang suit-suitan atau preman yang suka nongkrong di jalanan- ya walaupun agak ngeri juga kalau ketemu yakuza gitu ya (IYA KALI JANE). 

Jarak dari Dotonburi sampai hotel, berhasil ditempuh dengan berjalan kaki selama 40 menit. Lumayan cepat, karena ngikutin rute Google Maps yang banyak shortcuts-nya. Sampai di hotel, pastinya gempor dong. Cuman hati senang, at least I could tell you guys about this experience here in the blog. Yay! 

Kalau dipikir-pikir, rugi banget ya di Osaka cuman setengah harian. Nggak apa-apa deh, udah janji bakal balik lagi ke kota ini, and we're so much ready for another adventure. See you next time Osaka! 

Next destination, we're going to another city which shows us another side about this country. See you in next post, stay awesome! 

Read the previous days about this journal: 
AndreasPlusJane Japan Travel Journal 01
AndreasPlusJane Japan Travel Journal 02

Comments

  1. Lah sama dong, kan saya juga dari Dotonbori ke Sheraton jalan kaki. Sambil dorong stroller pula, dan anaknya anteng aja gitu padahal udah pukul 10 lewat hahahah. Next mana nih? Kyoto bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, cici baru juara banget dah sambil bawa anak pulak, hahaha. Next-nya udah di post juga tuh ci, nulisnya sampai gempor. Mudah-mudahan tetep semangat nyelesainnya kayak situ ya, hihi. Thank you ci udh mampir!

      Delete
  2. Laen kali ke Osaka lagi yok! Plus Hokkaido dongs heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh ada kamu juga di sini.

      Yukslah, kapan-kapan ya trip bareng, mungkin with the bichis too? Hahaha ((:

      Delete

Post a Comment

Hi there! Thank you for reading and commenting here. All comments are moderated, and I reply to your comments daily, so please check back. Nice to chat with you (:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular posts from this blog

10 Secrets from Ex-Starbucks Barista You Might Want To Know

Hidup Sederhana = Hidup Cukup

7 Things I've Learned as a New Mom (and the list goes on)