Things I Always Wanted To Do (but it never happened)

Tuesday, July 26, 2016


Kalian punya semacam daftar tentang hal-hal yang (sebenarnya) pengen dilakukan, tapi nggak pernah dilakukan nggak, sih?

Well, I have.

Berikut di bawah ini beberapa hal yang entah kenapa nggak pernah berhasil dilakukan: 

Eat in Japan: BBQ Chicken & Beer

Monday, July 18, 2016

Ini bakal jadi satu-satunya postingan "eat in Japan" sampai nanti diijinkan untuk balik lagi ke sana :D 

Di postingan Japan Travel Journal yang lalu nggak sempat masukin bagian ini, karena nanggung fotonya dikit, tapi takut kepanjangan juga kalau digabung sama yang lain.

Pulang dari Fuji trip, bus tur kami berhenti di daerah Shinjuku sekitar pukul lima sore. Karena bingung nggak tau mau nyari makan apa, aku iseng aja kasih ide ke Andreas untuk pergi ke Shin-Okubo, daerah yang terkenal sebagai Korea Town-nya Jepang. Dan doi setuju, walaupun agak was-was istrinya nge-fandom di sana LOL

Dan benar aja, begitu sampai di sana, auranya lain banget. Lagu K-Pop langsung berkumandang dari ujung ke ujung jalan. Banyak banget toko yang jualan merchandise dan album (original) artis K-Pop. Restoran dan kafe yang ada pun juga berkonsep ala korea. Beberapa memang franchise dari negaranya langsung. 

Sebenarnya cukup bingung mau makan di mana, karena kami agak picky kalau soal masakan Korea. Pas udah jalan beberapa menit, akhirnya mutusin ke salah satu restoran yang bertema ayam goreng (sejenis Bonchon kalau di Indonesia). Karena lagi hujan juga, langsung masuk aja deh tanpa mikir dua kali.

By the way, ayam goreng Korea itu enak banget!

Winner winner, chicken dinner! 

Restorannya minimalis banget, cuma ada beberapa meja yang bisa nampung nggak lebih dari 15 orang. 

Ada banyak pilihan menu ayamnya, mulai dari yang sweet, spicy, kombinasi, dll. Porsinya juga bisa milih, dari yang isi 6 pcs sampai 12 pcs. Terus pilihan rice set-nya juga ada. Buat kami yang kudu makan nasi, udah pasti pilih rice set ini, hahaha. 

 Ini pake kuah kari gitu, ayamnya tipis, makannya sampai crunch crunch *ala Maangchi*

Ini pesanannya Andreas. Aku agak lupa ayamnya diapain, tapi sama enaknya. 

Dan ini JUARANYAAA *ini ngedit dan nulisnya sampai ngeces lho, hiks* 

Bonus fotonya si oppa yang udah kelaperan (dan kedinginan), hihi.
 
Dari 5 bintang aku kasih 4.5 untuk restoran ini. Enaknya sih nggak bikin sampai ketagihan kayak Bonchon. Kalau Bonchon enaknya sampai nggak mau berhenti nyomot chicken wings-nya gitu lho. Eh ini nggak disponsorin Bonchon buat nulis ini kok, hahaha. 

Buat yang pengen nyobain BBQ Chicken & Beer ini, nggak perlu jauh-jauh sampai ke Jepang. Karena ternyataaaa... di PIK (Pantai Indah Kapuk) udah ada dong. Aku pun juga udah nyobain di sana. Menunya sih kurang bervariasi ya menurutku, nggak sama kayak yang di Shinjuku ini. Dan mereka nggak ada rice set, jadi spesialis ayam aja. Soal enak nggak enaknya, tenang aja, enak kok. Tapi tetep lebih suka kalau satu set sama nasi ((:

Kalau tetep pengen nyoba yang di Shinjuku, mohon maaf aku nggak bisa kasih alamat lokasinya. Nyari di Google juga nggak nemu. Pokoknya turun di station Shin-Okubo (Yamanote Line), terus jalan aja terus di daerah Korean Town sampai nemu restorannya di sebelah kiri jalan. Mudah-mudahan ketemu ya. 

Dan ini alamat cabang yang di PIK: 

BBQ Chicken & Beer 
Ruko Crown Golf, Blok B No. 17. Bukit Golf Mediterania, Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk
Open Hours: 12:00 pm - 12:00 am

Keeping Up With The In-Laws

Saturday, July 16, 2016

Lily Aldrin with her mom-in-law, Judy Eriksen. Yang nonton HIMYM pasti tau yaa hubungan mereka berdua ini, hihi *senyum grogi*

Jujur ya, aku nulis ini dengan perasaan yang SUPER deg-degan. Apa yang mau aku bagiin bukan sesuatu hal yang tabu atau apa. Cuma menurutku topik "mertua-menantu" ini sangat sensitif.

Aku nulis postingan ini dalam rangka perpindahan kami ke PIM (Pondok Indah Mertua), yang direncanakan (aminnn) setelah dedek bayi lahir.

Please note, aku nulis ini dengan alasan akhirnya aku berhasil berdamai dengan konsep pemikiranku selama ini tentang the in-laws. Nggak ada benci-bencian sama mertua, beneran kok. Aku bersyukur banget dengan keberadaan mertuaku as I'm grateful for having my husband in my life (:

Books Love #2: My Holiday Reads

Wednesday, July 13, 2016

Liburan seminggu kemarin, aku berhasil ngelahap tiga buku sekaligus. Ada yang dibaca duluan sih sebelum libur beneran, soalnya buku yang dibeli bagus semua, jadi nggak sabar untuk dibaca.

Sampai pertengahan tahun ini, aku cukup beli banyak buku, tapi yang bener-bener dibaca kelar malah sedikit, hahaha. Jadi biar nggak terjadi pemborosan terus menerus dan numpuk di rak, tiga buku yang aku baca ini semua versi terjemahan Indonesia. Biar cepet nggak pake lama.

Fun fact: Semua novel yang aku baca ini akan diadaptasi ke film dan dirilis akhir tahun ini (kecuali Crazy Rich Asians).

Babymoon Trip: Puncak Sehari

Friday, July 8, 2016

Setelah nikah sama orang Bogor, aku pikir bakal sering diajak main ke Puncak. Eh ternyata malah ini pertama kalinya aku jalan dan nginep ke Puncak setelah nikah sembilan bulan. Waktu aku 'protes' ke Andreas kenapa nggak pernah ajak nge-date ke Puncak, alasan doi simpel, "Puncak tuh macet banget!".

Iya juga sih. Hari biasa aja kawasan Puncak itu rame banget lho. Karena kami berangkatnya di hari pertama Lebaran, jadi pagi-pagi buta kami berangkat dari rumah. Sampai di Puncak kepagian banget dong, hahaha. Mau check-in juga nggak bisa. Mau nyari makan pagi juga nggak ada yang buka. Jalanan bener-bener sepi, kayak nggak ada kehidupan. Akhirnya kami balik lagi ke rest area dekat daerah Rindu Alam untuk ngopi dan ngemil roti bakar. Lumayan buat ganjel perut. 

Trip kali ini bisa dibilang spontan banget. Kami pesen hotel aja H-3 dan nggak ada itinerary khusus. Tujuan ke Puncak kali ini murni pengen liburan aja.

Abis ngopi, kami masih nggak tau mau ke mana. Tiba-tiba entah dari mana, aku dapet ide untuk ke Taman Bunga Nusantara aja buat killing time. Terus Andreas setuju, cusss deh!

Sampai di sana, tempatnya masih sepi banget, cuma ada beberapa mobil. Mungkin korban kepagian sampai Puncak juga kayak kami. Walaupun matahari pagi itu udah agak tinggi, tapi masih enak buat jalan-jalan. 


Terakhir kali ke Taman Bunga Nusantara (TBN) itu pas ikut karyawisata sekolah dulu, itu artinya udah lebih dari sepuluh tahun sampai akhirnya ke sini lagi. Memoriku tentang TBN cuma jam taman raksasanya, yang setengah jam sekali berdentang dengan lagu-lagu. Sayangnya pas ke sana kemarin, aku nggak sempat foto di sana. Buatku pribadi itu yang paling fascinating dari TBN, di samping Topiari Burung Merak yang cakep juga, sih. 

Area Taman Jepang ini bagus banget, ngingetin aku pas di Osaka Castle Park. Baru tau yang desain taman ini ternyata sama dengan yang bikin jam taman raksasa, namanya Hamana Yosuke. 

Kami nggak lama-lama di TBN, karena bingung juga sih mau ngapain. Overall, taman ini cakep dan cukup terawat. Mungkin karena kami datengnya pagi, jadi tamannya masih bersih, nggak ada sampah yang berserakan. Terus entah kenapa, setiap spot taman ini cocok banget buat syuting film India. Serius deh, siapa sih yang nggak tahan buat pose ala Mbak Syahrini di padang rumputnya, atau lari kejar-kejaran di antara pohon-pohon dan taman bunganya. Aku sih nggak ya, hahahaha. But trust me some people do :P 

Sebelum balik ke hotel untuk check-in, kami mau makan siang dulu. Sampai di jalan raya, ternyata udah rame banget. Kondisinya sempat padat merayap, namun masih bisa sabar menahan lapar lah.

Tadinya kami pengen makan ala kuring gitu, cuma karena udah laper banget, akhirnya belok ke restoran Amen, deh.

Restoran Amen ini bikin aku nostalgia (eyaaa, nostalgia banget bahasanya) ke jaman waktu kecil. Dulu kalau nginep di Puncak, restoran ini kayak udah wajib gitu lho buat dikunjungi. Sebenarnnya sih nggak ada yang spesial dari restoran chinese food ini dan aku pun baru tau harganya juga nggak murah. Terus uniknya, di buku menunya nggak tercantum harga, jadi kalau nggak mau kebablasan, mending tanya harga dulu sama pelayannya. Karena kami cuma berdua, cukup pesen tiga menu aja (dan itu pun ada yang dibungkus makan di hotel, hahaha *me turning into my mom*). 

Ikan Gurame Asam Manis (yang paling muahal), Ayam Goreng Mentega (ini yang dibungkus), Capcay Goreng. Daging ikan guramenya padet banget, ayamnya juga enak, tapi tetep kemahalan, ah. 

06:30 pagi, difoto dari teras kamar hotel. 

Walaupun cuma semalam, cukup berasa liburan buat kami berdua. Sebelum mutusin ke Puncak, kami tadinya pengen ke Bandung, udah booking hotel juga. Namun keputusan batal ke Bandung dan milih ke Puncak itu bijak banget, sih. Karena aku nggak berani jamin Andreas bisa handle kemacetan di sana. Bumil ya duduk aja, yang nyetir kan suami. Jadi mungkin next time aja main ke Bandung. *kecup jauh buat Batagor Kingsley* 

Buat yang masih liburan, safe trip and have a great holiday ya. Stay awesome!