Writing This Post While The Baby Enjoying His Me-Time

Friday, September 30, 2016

Photo from @swismiss

Ada "tugas" menarik dari Mbak Laila, salah satunya yang mau aku kerjain di sini.

Birth Story: Arrival Of Joshua Emmanuel Yu

Wednesday, September 14, 2016

Walaupun udah hampir puluhan kali cerita soal lahirannya Josh ke teman-teman yang besuk di RS atau di rumah, tetap nggak afdol kalau nggak diceritain di blog. 

So here it is, the story of arrival of baby Joshua.

Disclaimer: Cerita di bawah ini tidak dibuat berlebihan, ya. Karena nggak pengen 'nakut-nakutin' moms-to-be yang baca ini. Sakit itu pasti, karena emang itu prosesnya. Tapi rasa sukacita waktu bayi kita lahir itu juga pasti kok (:


Breastfeeding Yang Susah Susah Gampang

Friday, September 2, 2016

Hello, world! (: 

Kata orang ibu baru lahiran itu males ngapa-ngapain, apalagi yang harus ngejalanin "sit moon" kayak aku, di mana kita nggak boleh keluar rumah selama tiga puluh hari. Termasuk kalau yang tadinya rajin nge-blog (ciyeee, rajin nge-blog banget, nih), bisa 'cuti' lama gegara sibuk ngurus bayi dan tetek bengek lainnya.

Kenyataannya, aku nggak sibuk-sibuk banget, bisa dibilang agak santai, mengarah ke pengangguran. Karena emang itu tujuan dari sit moon, harus banyak istirahat dan pastinya makan banyak.

Hari pas aku keluar rumah sakit, akhirnya kami dapet bibi yang mau kerja harian di tempat tinggal kami. Padahal sebelumnya udah takut banget nggak ada yang mau kerja, eh di detik terakhir dapet juga. Aku butuh banget bibi/mbak yang bisa bantu urusan domestik. Masalah utama yang klasik banget, ya, buat para emak-emak soal ART ini. Terus aku tiba-tiba ngerasa tua dong ):

Dua hari kemudian, orang tua aku datang dari Bali dan mama bersedia untuk bantuin aku selama dua minggu. Dan bisa ditebak, sejak mama di sini, aku pun bahagia banget. She is my angel dan aku serasa di surga, hauhaha.

Fyi, mamaku tadinya bilang nggak mau ngurus cucu, tapi begitu sampai di Bogor, tanpa diminta, Josh langsung diurus total sama popo-nya (panggilan mandarin untuk nenek dari mama). Bahkan malam kemarin mama yang menawarkan supaya Josh tidur di kamarnya aja supaya aku dan Andreas bisa istirahat. Dengan senang hati aku menyerahkan sang anak ke pelukan poponya, hahaha. Btw, semenjak pulang ke rumah sampai hari ini, tengah malam dia nggak pernah rewel atau nangis. Jadi aku nggak khawatir kalau dia tidur bareng poponya, tinggal titip ASIP aja. Fyi lagi, Josh adalah cucu pertama di keluargaku, jadi wajar lah ya mamaku semangat ((:

Postingan hari ini bukan pengen bahas soal itu. Aku pengen share sedikit tentang petualangan yang lagi aku jalanin setelah lahiran. Petualangan yang (ternyata) jauh lebih nyebelin menantang daripada pas hamil, yaitu menyusui.

Awalnya aku kira menyusui itu hal yang sangat sangat natural, nggak perlu ilmu khusus untuk menjalaninya. Jujur pas hamil, aku sama sekali nggak pernah research soal breastfeeding. Aku cuma tau nantinya aku bakal kasih anakku ASI eksklusif selama enam bulan pertama. 

Waktu Josh lahir, dia agak gagal IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Mungkin dikarenakan kondisi kami berdua; Josh yang udah kelamaan di bawah panggul, dan aku yang udah kehilangan energi karena gagal pushing sebelumnya. Dia sempat ditaruh di dadaku, tapi dia nggak berhasil latch-on, cuma nempelin mulut ke puting aja. Setelah itu langsung diangkat lagi sama susternya untuk dibawa observasi.

Untungnya gagal IMD nggak bikin Josh susah nyusu. Di malam yang sama habis operasi aku bisa langsung nyusuin dia tanpa kesulitan. Josh langsung latch-on, aku nggak ngerasa sakit, pokoknya kami bahagia banget. 

Ternyata oh ternyata, kesulitan yang sesungguhnya langsung aku hadapi ketika kami pulang ke rumah. Salah satu payudaraku memproduksi ASI agak banyak. Jadi setiap Josh nyusu dari sisi itu, dia kewalahan dan akhirnya kami berdua struggling bareng. Josh yang bingung minumnya gimana, aku pun ikutan bingung. Dia nggak boleh minum dari satu sisi aja, karena nanti payudara akika jadi gede sebelah dong. Di detik itu lah aku baru sadar, menyusui itu SUSAH yah boook. Belom lagi sekarang Josh nguletnya kuat banget. Lagi nyusu bisa sambil ngulet, sampai mukanya merah banget kayak kepiting rebus. Butuh kesabaran dan komitmen banget. Aku sempet kesel sendiri karena hal ini. Gimana ceritanya harus nyusuin selama enam bulan, nih? Artikel ini bener banget, deh. Breastfeeding feels like a rocket science!

Ini baru hari ke-13 dalam perjalanan menyusui Josh secara eksklusif. Aku dan Josh masih sama-sama belajar gimana menikmati sesi breastfeeding. Mudah-mudahan ke depannya kita bisa lebih baik ya, nak!

Anyway, these are my some personal thoughts of breastfeeding: 

1. Pompa elektrik itu HELPFUL sekali ya, buibu. Soal breast pump pun aku nggak research yang gimana-gimana banget. Malah sempat mikir sebenernya butuh atau nggak ya pompa ini. Soalnya aku bakal ngurus anak terus di rumah, breast pump kayaknya nggak terlalu dibutuhkan. Tapi setelah ngerasain nyusuin anak, baru tau betapa pentingnya pompaan itu, hauhaha.

2. Stok ASIP itu butuh nggak, sih?

Kalau liat postingan para mommies di Instagram, stok ASIP mereka mengerikan sekali, lho. Ada yang sampai satu kulkas penuh, disertai caption kalau stok tersebut dikumpulkan dalam kurun waktu dua bulan saja. Kebayang banget selama dua bulan mompa ASI non-stop. Mompa ASI itu sama capeknya kayak menyusui langsung menurutku. Jadi buat buibu yang harus balik kerja dan nyetok ASIP, aku super salut.

Tapi balik lagi ke diriku sendiri, stok ASIP butuh nggak, sih? Barusan tanya mama, ya tergantung kebutuhan. Kalau emang mau beraktifitas di luar, emang harus nyetok. Cuma kalau emang udah berkomitmen pengen jadi IRT, yah nggak perlu nyetok sampai satu kulkas juga.

Well, yang penting ASI aku selalu dicukupkan saja lah. Biar Josh kenyang dan sehat selalu, dan pastinya cepet gede. 

3. Hari ke-3 setelah lahiran, pas masih di rumah sakit, waktu tidur malam aku nggak pakai bra. Tengah malam bangun ngerasa ada yang basah banget di piyama. Ternyata sis, ASI ku rembes. Dan detik itu juga panik, karena baru tau ASI bisa rembes, hahaha. Jadi buat calon mama di luar sana, banyak-banyak research soal breastfeeding itu penting banget buat bekal pas debay lahir nanti. Kesalahan saya janganlah dicontoh.

4. Bra menyusui (dan breastpad!) penting dan senyaman itu, ya! 

Tinggal buka kancing depan bra, anak tinggal lep, deh.

Cuma saya ada pertanyaan, nih. Kalau tidur malam biasanya dipakai juga, ya? Pengennya dilepas aja, tapi kalau dilepas rembes dong. Enaknya gimana, ya? 

5. Jadi kepengen belanja nursing wear melulu, muahahaha. 

Setelah ngerasain langsung nyusuin bayi tuh kayak apa, baju menyusui itu ternyata penting juga, terpenting kedua setelah bra menyusui. Kalau ibu-ibu jaman dulu bilangnya harus punya banyak baju berkancing. Sekarang ini banyak banget produk lokal yang menjual nursing wear tanpa kancing, dan modelnya bagus-bagus.

Kalau begini, sih... gimana pengeluaran nggak tambah banyak, ya. Duh.

6. Akhirnya nyoba produksi ASI sendiri. 

Iya, aku nyicipin ASI sendiri, soalnya penasaran, sekalian ngecek kalau ASIP yang disimpan di dalam suhu ruangan, masih bisa diminum atau nggak. Ternyata ASI itu nggak ada rasanya, kayak air putih. Tapi kalau udah kadaluarsa, baunya asam, kayak yogurt gitu, dan warnanya berubah agak kekuningan.

Yah itu aja yang pengen dicurahkan di blog hari ini. Maafkeun kalau isinya nggak berbobot dan mungkin nggak bermanfaat. Sebenarnya ada beberapa konten nangkring di draft belom kelar ditulis. Mudah-mudahan lewat beberapa minggu lagi bisa nge-post lagi, ya!

Oh ya, kalau kebetulan ada fellow moms mampir ke sini, boleh banget, lho di-share pengalamannya soal breastfeeding. Siapa tau dapet pencerahan, hihi.

So see you in another post. Stay awesome people!

P.S. Nemu kumpulan meme lucu dari situs Huffington Post. Yang ini salah satu favoritku, karena BENER banget! LOL