Writing This Post While The Baby Enjoying His Me-Time

Ada "PR" menarik dari Mbak Laila, salah satunya yang mau aku kerjain di sini.

Photo from @swismiss


1.Writing (dan ngeblog).
It's funny sometimes that you don't spare enough times for something you love. Salah satunya, nulis.

Selain nulis blog, jujur aku hampir nggak pernah lagi luangin waktu untuk nulis 'beneran', even for 5 minutes. Nggak heran sekarang kalau nulis postingan blog aja bisa berhari-hari baru kelar gara-gara kelamaan nggak nulis (salah satunya postingan ini, hiks).

Tapiii... kayaknya aku dikasih kesempatan buat "latihan" nulis lagi. Semalam tiba-tiba dapet balasan email dari 3Sixty Magazine, kalau mereka ada rubrik baru di edisi selanjutnya dan kalau berminat boleh submit tulisan. Padahal udah kirim email-nya dari bulan Juni tahun lalu, akhirnya dijawab juga hari ini, hahaha. Semoga ini menjadi tanda kalo saya memang harus kembali menulis, ya. Wish me luck!

2. Myself. 
First of all, shout to those new mommies out there, I feel ya!

Mau ngemol cuci mata? Ora iso. Pake skin care sebelum tidur? Si dedek minta nenen. Pengen nyalon cantik? Siapa yang mau jagain dedek?

Jauhhh sebelum hamil, bahkan sebelum nikah, aku udah bilang ke Andreas nanti punya anak, mau jadi stay-at-home mom aja. Ide ini pun disetujui. Dan setelah Josh lahir... I literally stay at home with the baby for 24 hours, every day.

Mikirin me-time di saat baru punya bayi emang agak impossible, dan dengan keputusan pribadi yang udah aku ambil sebelumnya, sepertinya agak egois kalau masih mikirin me-time.

Kalo dulu me-time bisa ngopi-ngopi sendirian atau hunting di toko buku berjam-jam. Sekarang bisa mandi plus keramas aja udah termasuk me-time yang mewah banget. Tapi ini bisa dilakukan kalau Andreas lagi gantian jaga Josh, karena aku nggak ada nanny atau anggota keluarga yang bantu jaga. Atau bisa juga kalau Josh lagi super anteng, kayak sekarang ini (makanya ngebut nyelesain postingan ini, bok!).

So I guess, dengan kehadiran Josh, bukan berarti nggak bisa me-time, tapi lebih menghargai aktifitas yang sebelumnya lebih ke rutinitas biasa aja sebagai me-time

3. Quality time with Andreas. 
Sejak resmi jadi stay-at-home mom, aku jadi jarang ketemu muka sama Andreas.

Setiap hari jam 7 pagi doi berangkat kerja, jam 5 sore sampai di rumah. Kalo dia gym, jam 7 malam baru sampai di rumah. Kira-kira 12 jam lah kami nggak bertemu muka. Waktu ngobrol kami cuma di jam makan—kadang sambil akrobat gantian jagain Josh—dan sebelum bobo, dengan catatan si krucil udah pules di ranjangnya.

Walaupun kami tetep ngobrol lewat online chat di siang hari, tapi ya ngobrol langsung lebih gimana gitu nggak, sih? Apalagi kalo topiknya capek-seharian-ngurus-anak, curhatnya bisa sambil minta dikelonin (cieee, mamanya Josh manja LOL).

But we thank God we have a day called Sunday. Selain hari beribadah, hari Minggu adalah satu-satunya hari di mana kami bisa seharian di rumah. We can still have our quality time together. Banyak yang bilang punya anak itu mengubah segalanya... iya, sih, pasti banyak yang berubah, tapi aku berusaha nggak menjadikan anak sebagai alasan untuk nggak melakukan apapun, termasuk ngemol quality time sama suami.

Anyway, our first wedding anniversary will be coming up soon! I'm looking forward about how we're gonna spend the day. Staycation for one night seems a good idea, ya? *brb ngulik hotel kece terdekat*

4. Morning meditation. 
Talk about my relationship with my God. Lagi-lagi, sih, alasannya nggak sempat. Tapi rasanya dosa banget kalau beralasan untuk nggak dikerjakan, hahaha.

Walaupun pagi yang sekarang capek banget, harus tetep bisa luangin waktu untuk renungan pagi. Kayaknya mah Tuhan nggak peduli, ya, renungannya sambil nenenin bayi ((:

5. Our Baby, Josh. 
How much of my time I give to our baby once again? Yes, 24/7! 
 
Nggak capek mah boong banget, yah. Tiap kali bergulat sama Josh (pas nenen atau bed time), aku pasti kesel sendiri dan ngerasa drama ini tiada akhir. Tapi kalau dipikir lagi, ini semua sementara. Kata orang bayi cepet banget gedenya. Tau-tau udah bisa ngikik kalo dikelitikin, bisa ngerangkak, bisa makan sendiri, dll.

So as much as important my son in my life now, I'm trying to cherish every single time with him. Time flies before we know it! 

Yeaaaay postingannya kelar juga! Dan si bayi masih anteng juga di kasur, hihi.



P.S. Makasih, lho, Mbak Lei buat kerjaannya ini, super sekali ((:

Comments

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular posts from this blog

10 Secrets from Ex-Starbucks Barista You Might Want To Know