Our Wedding Tips: 5 Things To Discuss Before Getting Married

 Credit to Livello Asia for Andreas & Jane

Masih dalam suasana persiapan the wedding of Andreas and Jane, aku memutuskan untuk membuat blog post ini. Persiapan pernikahan ini udah berjalan selama setahun, dan sepanjang persiapan ini, nggak jarang kami menemukan beberapa hal yang sangat aku syukuri boleh terjadi. Ada beberapa hal penting yang menurut kami harus didiskusikan dengan pasangan sebelum menikah. Begitu mendapat ide untuk menulis ini, aku keinget kalau Kak Andra pernah menulis hal yang sama di sini. If you're ready to get married, you also have to be ready to talk about this with your partner.

Berikut lima hal penting yang wajib didiskusikan sebelum menikah:

1. Tempat Tinggal 
Menurutku pribadi, tempat tinggal setelah menikah adalah satu hal yang paling penting di luar persiapan pesta pernikahan. Pandangan setiap orang tentang tempat tinggal setelah menikah berbeda-beda. Ada yang bilang setelah menikah baiknya langsung keluar (pisah dengan orang tua), namun ada juga pasangan yang harus tinggal bersama orang tua atau mertua. Aku sendiri berada di option kedua, tinggal bersama mertua, yaitu orang tua Andreas. Baik tinggal di luar maupun bersama mertua, bukan suatu hal yang benar atau salah, semuanya adalah pilihan dan keputusan dari setiap pasangan. Sejujurnya, aku dan Andreas missed this important part of our marriage planning. Kami terlalu sibuk mengurus persiapan pesta pernikahan, sampai melupakan hal yang cukup krusial ini. Jadi kalau memang serius dan siap menikah, diskusikan soal ini terlebih dahulu bersama pasangan, dan jangan lupa di-sharing-kan ke orang tua masing-masing. Note to remember: sebelum resmi menjadi pasangan suami-istri, diskusi dengan orang tua sangatlah penting. Sebisa mungkin libatkan mereka dalam persiapan pernikahan. Emang sih, yang nikah kita dengan pasangan, yang memulai hidup baru adalah kita dengan pasangan, but still parents are parents, hormati keberadaan mereka. 

2. Agama dan Tradisi 
Kepercayaan yang aku pegang mengajarkan untuk menikah dengan seseorang yang have same faith. Baik agama maupun tradisi, aku dan Andreas tidak memiliki kendala, karena kami sama-sama Kristiani dan sama-sama keturunan tiong hoa. Namun ada beberapa hal yang sedikit berbeda di antara kami. Keluarga Andreas masih merayakan atau menjalani beberapa tradisi, di mana tradisi tersebut tidak pernah lagi dijalani oleh keluarga aku. Karena nantinya aku tinggal bersama orang tua Andreas, aku harus terbiasa dan memahami kebiasaan dan tradisi yang mereka jalani. Dari sini akhirnya kami belajar untuk saling menghargai dan menghormati keluarga masing-masing.

3. Sejarah di Masa Lalu 
Ngomongin masa lalu emang nggak enak. Kalau kata orang, "yang sudah berlalu, biarkan berlalu" hahaha. But you know what, ngomongin masa lalu itu perlu, apalagi kalau itu bersangkutan dengan keberadaan kita saat ini (ihh kok jadi dalem gini hahaha). Kebetulan papaku adalah marriage counselor, di luar identitas sebagai "papanya Jane", papaku banyak membantu kami dalam mempersiapkan pernikahan ini. Aku nggak tau konseling pra-nikah itu wajib dilakukan oleh setiap pasangan yang mau menikah atau nggak, tapi di gerejaku sendiri mengharuskan setiap pasangan mengikuti kelas konseling pra-nikah. Mungkin kalian akan mikir, "Ah, gue kan nggak bermasalah sama pasangan gue, ngapain ikut kelas segala?" atau "Nanti gue nggak jadi nikah lagi setelah ikut kelas!". Believe it or not, kejadian kedua itu yang sering terjadi LOL. Konseling bukan untuk orang yang bermasalah aja, tapi justru membantu mempersiapkan ke depannya. Masa lalu itu kesannya "aib" untuk dibicarakan kembali, padahal sebenarnya kita perlu tau sekilas tentang masa lalu pasangan kita. What happened in the past, has brought us today. Apa yang harus dibereskan dan diceritakan, ceritakan aja. Lebih sekarang tau jelek-jeleknya pasangan, daripada habis nikah baru tau and you will be like whattttt

ps: kalau emang serius, pernikahan nggak akan batal kok setelah ikut konseling pra-nikah ((:

4. Finansial dan Karir
Pembahasan finansial adalah soal yang cukup sensitif, sama seperti cerita masa lalu, pandangan finansial dalam pernikahan harus didiskusikan sebelum menikah. Kalau boleh jujur, secara finansial, aku belum begitu matang. Aku masih belajar banyak tentang hal ini dari mamaku, karena bisa dibilang mamaku sangat mengerti soal finansial dalam keluarga. Kondisi finansial aku dengan Andreas, bisa dibilang cukup berbeda, namun kami sudah sepakat, dalam pernikahan nanti siapa yang bertanggung jawab atas finansial keluarga. Hal-hal yang berkaitan dengan finansial yang harus dibicarakan, biasanya seputar; kebutuhan sehari-hari (sandang, pangan dan papan), kebutuhan rekreasi, kebutuhan investasi mendatang, dll. Ini penting untuk dibicarakan, karena once again, money talk is never easy to talk about. Sebisa mungkin finansial di antara pasangan, cukup dibicarakan di antara pasangan itu juga. If you guys have any thoughts about financial, personal or in marriage, please kindly share with me here or by email. I really appreciate it.

Soal karir setelah menikah juga harus dibicarakan, karena ini menyangkut dengan masalah waktu dan prioritas. Andreas sendiri adalah entrepreneur, bahasa kerennya wirausahawan, dan mayoritas keluarganya sampai kakak-kakak iparnya pun berprofesi yang sama. Sikon pekerjaan Andreas sebagai wirausahawan dengan aku yang juga wirausahawan agak berbeda. Andreas kebanyakan standby di tempat, sementara aku kebanyakan keluar. Walaupun pekerjaan Andreas adalah sumber utama penghasilan kami nanti ketika berkeluarga, lucky me Andreas malah mendukung aku supaya bisa tetap beraktifitas di luar usahanya, kalau bisa ikut "menghasilkan", that's even great. Setelah menikah, suami memang wajib sebagai pencari nafkah, namun nggak melulu istri harus menjadi ibu rumah tangga. Di jaman modern ini, aku hampir jarang menemukan perempuan yang bercita-cita ingin menjadi IRT. Andaikata mereka ingin di rumah saja, biasanya banyak yang memilih untuk tetap produktif, dan akhirnya muncul istilah working from home. Contohnya ada Andra Alodita dan Mommy Snow a.k.a Tara Amelz, yang sekarang sibuk mengurus keluarga, namun tetap fokus menjadi lifestyle blogger.

5. Visi dan Misi (planning 5-10 years after the wedding)
Sesaat kami mulai pacaran, kami sudah banyak diskusi soal visi dan misi. Aku bersyukur banget, visi dan misi kami sejak awal sudah kompak, walaupun memang kami mempunyai mimpi dan passion yang berbeda. Aku inget banget, sebulan setelah jadian, Andreas made a long list about his five years planning, that time he was 20 years old. I still keeping the list and when I read again, I was surprised. Plan yang dibuat Andreas, benar-benar terjadi di lima tahun kemudian, yaitu hari ini. Visi dan misi, juga rencana di masa yang akan datang, sangat membantu perjalanan sebuah hubungan. Iya sih, kita berencana, Tuhan berkehendak. Namun seiringnya kita berencana, di sebuah titik tertentu, we will meet God's purposes on us. Tentunya sebelum planning, kita berdoa dulu ya. 

pps: marry the guy who makes 5 years planning about his (and you both) life. I mean, look I am now *runss*

Fun fact about this blog post: I am writing this post together with Andreas. Well, not literally together, but he gave me some ideas to write. Thank you, honey! 

Jadi, siapkan Anda menikah? *eyaaaaa* Aku bukan marriage expert, bahkan aku sendiri belum memulai pernikahan. Namun karena aku lihat jaman sekarang banyak pasangan muda yang memutuskan untuk menikah (bahkan ada yang lebih muda dari aku), dan beberapa dari yang aku kenal, mereka menghadapi konflik yang semestinya bisa dihindari, namun terjadi karena tidak didiskusikan sebelum menikah. Aku ngerti lah, we are young and so passionate about love (apaan dehhh), jadi kadang yang dipikirin yang enak-enak aja. Trust me, aku salah satu yang sempat naif soal pernikahan hahahaha. Sebelum paragraf penutup ini ngawur kidul, aku undur diri. Good luck to those every one who are preparing a wedding (and marriage). Stay awesome!

Comments

  1. maybe you're not a marriage expert but you are a good inspirational writer :)
    looking forward to catch up your wedding plans (belajar dari yang pengalaman)

    have a blast,

    Sweet Sour CandyLand

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you so much, Sef! I'm glad this writing was actually helpful ahahaha. Have a great one for you! <3

      Delete
  2. *catet bener-bener*

    Hahaha this is such an interesting post. Ma'aci yah pelajarannya buat jomblo seperti saya Ceeee, sukses buat persiapan semua-muanya. See you soon :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Catat baik2 ya ceee, nanti aku kasih ujian hahahahaha

      AMINNN. Smoga kita bertemu kembali dalam waktu dekat ya, aimicuu. <3

      Delete
  3. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Tulisan yang sangat bagus dan bermamfaat. :)

    Blognya bagus, tulisan-tulisannya benar-benar enak dibaca :)
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi there! Makasih ya udah mampir and drop a comment too. Have a great one! (:

      Delete
  4. yuuk sebelum melepas masa lajang ketahui dulu apa persiapanya

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi there! Thank you for reading and commenting here. All comments are moderated, and I reply to your comments daily, so please check back. Nice to chat with you (:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular posts from this blog

10 Secrets from Ex-Starbucks Barista You Might Want To Know

Hidup Sederhana = Hidup Cukup

7 Things I've Learned as a New Mom (and the list goes on)